PERJALAN SAAT JADI GUBERNUR BEM-FEB UNIV. KANJURUHAN MALANG
Aktifis adalah sebuah sebuatan bagi mahasiswa yang aktif dalam perjuangan internal dan eksternal kampus, utamanya dalam memperjuangan kepentingan ummat. Menyandang gelar aktifis bukanlah hal yang mudah ketimbang hanya dengan menyandang gelar mahasiswa. Mahasiswa hanya aktif dalam akademis, teori, dan hanya patuh pada aturan tampa memkirkan efek dari aturan yang iya jalani. bagi seorang mhasiswa, Dosen adalah raja, semua aturan para pembuat kebijakan harus di ta'ati. Tampa ada analisis kerugian dan keuntungan dari kebijakan dan aturan yang iya jalani.
Beda dengan Aktifis, mahasiswa yang di gelari aktifis iyalah mahasiswa yang benar-benar mahasiswa. Punya banyak tanggung jawab, muali dari akademis, romantika, politik, nasionalis, dan idealis. Aktifis selalu di sebut sebagai agen perubahan, agent of intelegen dan agent of control dari sebuah jalannya kebijakan. Kata "LAWAN" adalah prinsip dari sang aktifis. Bercerita tentang aktifis, saya sedikit ingin berbagi perjalanan saya dalam perjuangan hidup sebagai layaknya mahasiswa aktifis.
Sejak terpilihnya saya sebagai gubernur di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Univ. Kanjuruhan Malang Tahun 2014-2015 sudah berbagai pengalaman yang saya rasakan. pahit manisnya sebuah perjalanan politik dan pembelajaran dalam meminpin sebuah himpunan dan pergerakan. Mulai dari konflik antar bendera dalam internal pada saat itu. HMI, PMII, GMNI, KAMMI, PMKRI, LMND dan Omek-omek lainnya. Beberapa pekan sesudah pelantikan isu untuk menjatuhkan kepeminpinan saya sudah mulai terdengar di telinga. Ketidak kondusifan internal BEM-FEB pada waktu itu membuat saya dan teman-teman seeruangan harus ekstra sabar dalam menghadapi isu yang beredar. Hingga pada saatnya tiba pada program kerja perdana yaitu LDKMO. Acara ini adalah ajang awal pembuktian kepeminpinan saya. Walaupun di tengah isu banyak yang ingin mencopot kepeminpinan saya pada waktu itu, tapi alhamdulillah dari ketiga jurusan terangkul sholid pada waktu itu sehingga peserta membludak dan semua pemateri yang di harapkan pada waktu itu bisa hadir. dan kebetulan pada waktu itu seblum masa kepeminpinan saya. Belum pernah pemateri ngambil dari jajaran rektor. seblum saya hanya jajran fakultas dan prodi yang di turunkan. dan alahmdulillah pada masa saya saya mampu menghadirkan rektor univ. kanjuruhan malang dan jajarnnya utnuk mengisi acara saya pada waktu itu. Satu acara itu menghilangkan semua isu negatif dalam masa kepeminpinan saya.
Berangkat dari sebuah kebersamaan itulah yang selalu saya serukan dalam pereode kepeminpinan saya. Setelah selesai dan sukses dalam kegiatan yang sfatnya hanya lintas kampus, maka beranjaklah ke yang cakupannya lebih luas, yaitu sekala regional. Dalam program kali ini sedikit mengambil resiko yang besar. karena kegiatan ini mencakup dana yang besar dan cakupannya juga skala nasional yaitu "Fastival Musik Se-Jatim". terlepas dari isu penurunan saya dari jabatan saya, saya mencoba untuk membuktikan yang lebih beresiko. Komunikasi dan persiapan sudah mulai di persiapkan dalam jangka waktu tiga bulan dari waktu liburan. Kondisi di kepanitiaan sudah mulai merasakan lelah akan konsepan acara yang akan di laksanakan. belom lagi kondisi keuangan yang kurang memadai. rentan satu bulan acara vestifal ini sudah mulai terisukan batal. Bagi saya haram hukumnya ketika acara sudah di agendakan kemudian gagal. komunikasi mulai di buka ke seluruh elemen para profesionalis musik dan pada akhirnya saya di di pertemukan sama ketua komunitas musik undeground malang. komunikasi mulai terjalin terasuk beberapa kesepakatan sudah tertandatangani dengan matang. kerja sama mulai berjalan hingga pada suatu saat pihak kampus dan tataran rektorat dan kemahasiswaan sudah muli mendapatkan informasi akan kegiatan yang saya adakn ini. di tengah periapan panitia yang sudah mulai pesimis dengan kondisi persiapan kegiatan ini turunlah surat pemberitahuan dan undangan dari kemahasiswaan terkaid dengan larangan mengadakan acara musik undeground di lingkungan kampus. Panitia persiapan kegiatan ini tambah pesimis. namun saya sebagai peminpin haruslah tegar dan santai dalam menghadapi hal ini, bagi saya ini hanyalah probem yang biasa dalam berorganisasi.
lanjut nanti lagi ya
lanjut nanti lagi ya
Komentar
Posting Komentar